Hari ini, Senin 23 Juni
2014 saya mendapatkan pelajaran berharga dalam hal etika berbahasa pada pesan
singkat. Saya mendapat teguran dari seorang teman melalui pesan singkat juga.
Seperti ini bunyi pesan singkat itu “mbak
aku bilang seperti ini karena aku peduli, besok lagi kalau ngomong mbok ya yang
lebih halus. Kita ini sama-sama orang yang bekerja sebagai karyawan”. Bukan
mudah menerima dengan ikhlas pesan seperti itu. sifat egoisku menentang untuk
menerima teguran itu. ingin sekali aku memaki orang yang mengirim pesan.
Berani-beraninya dia menegurku seperti itu.
Aku menghela napas,
mencoba mencerna dengan baik pesan di otakku. Aku baca pelan-pelan pesan itu,
mencoba melihat sisi positif dari pesan itu (meski dalam dada berdebar keras
karena menolak). Aku berpikir keras dan mencoba tidak menuruti emosi marah. Aku
uraikan kalimat dalam pesan itu seperti ini:
1.
Mbak
aku bilang seperti ini karena aku peduli, aku mencoba mengartikannya seperti
ini dia ingin memberi tahuku dengan kalimat yang halus, dia ingin menegur
kesalahanku tanpa melukai perasaanku, dia ingin menunjukkan bahwa dia
sebenarnya tidak berkenan dengan pesan yang kukirim yang menurut dia itu kasar.
Dan aku jawab dalam hati, ‘ok aku terima
teguran ini’
2.
Besok
lagi kalo ngomong mbok ya lebih
halus, pada kalimat ini berarti dia menunjukkan kesalahanku yaitu berkata-kata
yang menyakitkan dirinya dan itu tidak aku sadari. Aku mencoba memposisikan
diriku menjadi dia saat menerima pesan yang dianggapnya ‘kasar’. Dan aku
memilih untuk menyerah, ya aku akan merasakan hal yang sama ketika berada
diposisi dia.
3.
Kita
ini sama-sama bekerja hanya sebagai karyawan, kalimat ini merupakan tamparan
yang paling keras. Mengapa? Aku baru ingat bahwa aku dan dia sama, sama-sama
bekerja mencari rejeki di tempat yang sama. Tidak semestinya aku bersikap
arogan dengan berkata-kata yang dianggap orang lain itu tidak baik.
Dari
pesan singkat itu aku belajar untuk berperilaku dengan tetap memperhatikan orang
lain. Apakah perilaku ku akan menyakiti, menghina, membuat marah atau hal lain
yang merugikan orang lain. Aku harus berpikir dan memilih hal yang tepat untuk
aku lakukan. Karena aku tidak hidup sendiri, aku tidak hidup dihutan, aku hidup
di tengah-tengah masyarakat yang menuntut untuk berperilaku sosial.
Terimakasih
kawan atas teguranmu hari ini.
sumber gambar: https://www.google.co.id/search?q=teman&client=firefox-beta&hs=1Bz&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=jFj1U6DcM8qfugTRh4LIAw&ved=0CCQQsAQ&biw=1024&bih=489
Tidak ada komentar:
Posting Komentar